Sabtu, 28 Desember 2013

MENCIPTAKAN DAYA SAING HANDAL


Era Globalisasi.

 

Dalam  era globalisasi  seperti sekarang ini mau tidak mau, senang tidak senang maka persaingan dalam dunia  bisnis maupun dunia professionalisme akan semakin ketat dan sengit.  Oleh karenanya  baik perusahaan maupun individu /para professional dituntut untuk meningkatkan  daya saing yang mumpuni, kalau tidak para prefesioanl hanya akan menjadi kaum inferior yang hanya akan menjadi pecundang  dan harus menerima dengan legowo untuk diposisikan sebagai follower atau warga  kelas dua. Sebagai perusahaan label follower sangat pantas untuk dihindari dan dijauhi, demikian juga  label kelas dua untuk para professional harus dijadikan  barang tabu , karena hal tersebut akan menghambat promosi jabatan  atau promosi-promosi yang lain.

 

Pemasaran.

 

Pada hemat penulis outcome dari  profesioanal itu tidak beda beda jauh dengan sebuah perusahaan, yang esensinya adalah menjual produk atau service. Maka sebagai profesioanal sudah sewajarnya harus  mempunyai juga keahlian  sebagai  pemasar yang baik  terhadap produksi/ jasa yang ditawarkan. Oleh karenanya pada era persaingan yang ketat,  tidak berlebihan kalau para professional harus mempunyai  daya saing  yang handal, agar bisa survive dan dapat  memenangkan dalam "pertarungan " tersebut. Hanya dengan daya pikat  marketing yang efektif dan efisien pemasar  dapat bisa membawa perusahaan maupun professional dapat meraih target yang optimal atau paling tidak dapat memenuhi  target yang sudah ditentukan.  

 

Seperti diketahui, Proses  pemasaran diartikan sebagai suatu usaha  yang  dilakukan  oleh  seseorang atau pengusaha  untuk  dapat mempengaruhi  konsumen  agar  mereka  menjadi  tertarik, senang , kemudian  membeli jasa  ataupun produknya. Oleh karena kegiatan pemasaran itu mencakup  proses  dari awal  sebelum  produksi itu sendiri dilakukan sampai dengan kegiatan  purna  jual atas barang atau servise yang ditawarkan kepada konsumennya maka aktivitas tersebut harus dilaksanakan dengan  penuh keseriusan.   Perlu diingat bahwa definisi konsumen  itu pada hakekatnya adalah seseorang yang membutuhkan dan atau  yang akan menerima product atau jasa, oleh karenanya konsumen itu bisa saja dari temen sekerja, pimpinan dan bahkan bawahan kita. Maka jelaslah bahwa konsumen  itu ada dimana mana  dan tidak harus serta  selalu dari atau ada diluar perusahaan.

 

Usaha dalam mempengaruhi konsumen  tersebut  dapat dilakukan  oleh pengusaha maupun para professional dengan  memanfaatkan  kondisi pribadi calon konsumen itu sendiri maupun  berbagai sarana  yang  dimiliki oleh  perusahaan atau masing  masing  penjual jasa/ profesional. Kondisi intern  yang  ada di dalam diri  para   konsumen (pemakai jasa atau produk) itu disebut INNER DRIVEN  sedangkan  sarana yang dimiliki  dan atau diciptakan oleh  perusahaan / pribadi penjual jasa disebut  OUTER DRIVEN ( Indriyo Gitosudarmo,Drs,M.Com – Buku Manajemen Pemasaran).

 

Kondisi intern konsumen  disebut inner driven  artinya dorongan  yang timbul dari  dalam diri konsumen  sendiri,untuk pemakai barang/produk: misalnya  status  sosialnya, kekayaannya, kepribadiannya, gaya hidupnya, gaya menejerialnya, ketelitiannya, kedisiplinanya dan sebagainya. Semua kondisi itu dapat dipergunakan  sebagai pintu masuk oleh  perusahaan / penjual jasa untuk  mempengaruhinya, misalnya dengan  menciptakan  persepsi bahwa bagi  orang  yang  berstatus  social  tinggi haruslah  memiliki  atau memakai produk / barang yang ditawarkan. Demikian juga untuk para professional  harus juga bisa memanfaatkan inner driven calon konsumen sebagai pintu masuk dalam mempengaruhi agar jasanya disukai dan selalu dicari  oleh target konsumen.

 

Sementara itu outer driven  atau dorongan  dari luar calon konsumen harus bisa diciptakan oleh  perusahaan atau professional.  Salah satu outer driven dalam  dunia marketing  yang sudah dipopulerkan oleh  MC CARTHY  yaitu  4P (baca:empat P). Akronim tersebut terdiri dari,  (1) Product – produksi, (2) Price – harga, (3) Promotion – promosi dan (4) Placement-distribusi. Alat /sarana   pemasaran  tersebut  biasanya  dipadukan  sedemikian rupa  oleh  pengusaha untuk  mempengaruhi  konsumen. Perpaduan  dari  alat  atau sarana  tersebut  diatas biasanya  disebut  sebagai BAURAN  PEMASARAN atau  MARKETING MIX.

 

Namun lain halnya untuk memasarkan jasa / kinerja yang merupakan daya  saing dari para profesioanal, para professional harus  memakai tool jenis lain yang harus dipakai atau diaplikasikan dalam memasarkan jasa atau servicenya. Bauran yang harus dipakai adalah competitiveness  generic atau daya saing standard.

 

Competitiveness Generic : Daya Saing Standard.

 

Tak terhitung lagi atau dengan kata lain telah banyak  cara yang telah disampaikan oleh para pakar  maupun praktisi tentang strategi generic  daya saing para professional agar bisa lebih mengOPTIMAlkan  kinerjanya dalam   era yang penuh dengan tantangan ini. Penulis sebut generic, karena  menurut hemat penulis daya saing  termaksud  mutlak ( minimum requirement) harus  dipunyai dan  selalu diamalkan – hukumnya wajib- oleh para professional. Tentu saja masih bisa ditambahkan  dengan ornamen-ornamen  lain agar dapat menambah daya dobrak dari  daya saing para professional.

 

Kapsul CDR.

 

Dari beberapa suntingan dan hasil pengamatan  serta pengalaman, untuk menambah stamina daya dobrak kinerja tidak ada salahnya para professional selalu harus  menyelipkan  kapsul stimulate dalam kerja sehari-hari. Kapsul yang dimaksud  dalam  hal ini  adalah CDR kapsul. Kapsul  yang satu ini elemen kimiawinya adalah  terdiri  dari beberaoa  unsur "kimia kinerja", yang telah bertahun-tahun teruji kehandalannya. Unsur kimiawi  yang dimaksud yaitu terdiri dari  (1) Capability, (2) Deliver dan (3) Reliable , yang pada kesempatan kali ini penulis  singkat dengan akronim CDR.  Ketiga  unsur tersebut harus di blending menjadi satu dan diharapkan akan menjadi  competitiveness mix  atau bauran daya saing. Manfaat atau tuah  dari masing-masing elemen atau unsur  bauran daya saing tersebut adalah seperti paparan dibawah.

 

Capability:

Bila kita bicara tentang kapabilitas atau kemampuan,menurut hemat penulis  hal tersebut tidak  hanya bisa diraih oleh mereka yang punya pendidikan  tinggi saja, namun bisa juga hal tersebut bisa dicapai oleh seorang yang  berpendidikan menengah dan rendah, namun syaratnya mereka harus mempunyai keseriusan dan  tujuan yang focus  dalam mengerjakan  pekerjaan sehari-hari.  Dunia telah mencatat,  banyak dari mereka yang berpendidikan rendah berhasil juga  mempunyai kemampuan yang handal, karena mereka  tidak pernah takut  salah , lelah apalagi menyerah pada kegagalan, mereka selalu mencoba terus , terus dan terus mencoba sampai  keberhasilan dapat diraihnya.

 

Oleh karenanya  tidak mengherankan bila ada   orang  yang mempunyai kapabilitas hebat namun bila dilihat dari sisi akademisnya banyak yang tidak  membanggakan  dan bahkan sering  dibilang JEBLOK.  Sebutlah nama Thomas Alfa Edison, yang oleh gurunya dibilang sangat bodoh dan tidak boleh mengikuti disekolah umum, namun sejarah telah mencatat bahwa bung  Thomas tersebut telah berhasil menciptakan  sesuatu dan bahkan dia telah  mempunyai tidak kurang dari 1000 (baca: sarebu ) HAK PATENT untuk  berbagai keperluan. Masih ada contoh lain lagi yaitu  pak BILL Gate  yang mampu membangun perusahaan sebesar  MICROSOFT, serta anak muda Mark Zuckerberg yang dapat menciptakan  FACE BOOK  yang sangat fenomenal  itu, padahal kedua professional tersebut adalah berlabel MAHASISWA  DROP OUT,  yang di DO dari Harvard University yang terkenal itu  karena dianggap "dedel" sebagai mahasiswa.  Jadi buat para professional yang memang masih mempunyai kemauan untuk mempunyai kecakapan yang hebat dalam bidang apa saja masih ada kesempatan, asal masih ada kemauan belajar, praktek / latihan dan kerja keras di dalam KAMPUS KEHIDUPAN ini, meski kampus tersebut tidak pernah  mengeluarkan sertifikat apapun, namun proven (TERBUKTI) sebagai perguruan tinggi handal.

 

Deliver.

Deliver dalam kamus terjemahan dimaknai sebagai penyampaian. Untuk bisa menyampaikan sesuatau dengan jelas  dan bisa dimengerti  oleh seseorang / group atau apapun kuncinya adalah komunikasi .  Seorang  pakar yang mendefinisikan  komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Sampai  disini  kelihatan mudah bukan……..

 

Namun faktanya  dalam penelitian menyebutkan bahwa 70% kesalahan di dunia kerja diakibatkan oleh KOMUNIKASI yang buruk (Blog: Gina Muthia). Oleh karenanya  para professional  harus  mempunyai  bahasa komunikasi  yang bagus dan memadai sesuai dengan level masing-masing. Untuk bisa mendeliver sesuatu maka komunikasi yang efektif harus  bisa dilakukan, agar apa yang disampaikan bisa  sukses alias NYAMPEK untuk itu paling kurang teory dibawah ini bisa dicoba "di-syariatkan", antara lain adalah:

 

  • Simplifikasikan masalah
  • Gunakan bahasa  sederhana  dan  mudah dicerna
  • Terarah, Logic dan  reasonable
  • Ciptakan  kesan penting
  • Penyampaian yang menarik dan tidak menggurui

Seperti komunikasi dengan klien yang diluar perusahaan, di dalam internal perusahaan  pun untuk menunjang  keberhasilan maka sebagai professional harus bisa mengkomunikasikan  tujuan atau misinya , baik itu ke atas terhadap atasan, ke bawah terhadap bawahan, kesamping  kepada  sejawat atau patner se-level, dan diagonal  kepada  lintas department atau organisasi. Bila sang professional GAGAL membuat   komunikasi  dari empat jenis  interaktif yang penulis sebutkan diatas , maka dijamin  effort yang dibuat tersebut akan melengkapi  fakta  kegagalan  yang 70 % seperti yang disampaikan diatas.


Reliable:

Meminjam sebagian  tulisan Prof. Dr. Ir. Safri Mangku Prawira, dibawah ini bahasan pentingnya adversity quotient untuk menjadikan  seseorang  tahan banting dan reliable atau bisa diandalkan dimata perusahaan, atasan maupun klien, perlu di simak dan dicermati.


Tidak jarang dalam dunia kerja ada sekelompok karyawan yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tinggi kalah bersaing oleh para karyawan lain yang ber-IQ relatif lebih rendah namun lebih berani menghadapi masalah dan bertindak. Mengapa sampai seperti itu?. Dalam bukunya berjudul Adversity Quotient: Turning Obstacles into Opportunities, Paul Stoltz memerkenalkan bentuk kecerdasan yang disebut adversity quotient (AQ). Menurutnya, AQ adalah bentuk kecerdasan selain IQ, SQ, dan EQ yang ditujukan untuk mengatasi kesulitan. AQ dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AQ dapat digunakan sebagai indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan. Ada tiga kemungkinan yang terjadi yakni ada karyawan yang menjadi kampiun, mundur di tengah jalan, dan ada yang tidak mau menerima tantangan dalam menghadapi masalah rumit (tantangan) tersebut. Katakanlah dengan AQ dapat dianalisis seberapa jauh para karyawannya mampu mengubah tantangan menjadi peluang.


Kembali kepada Stolz, dia mengumpamakan ada tiga golongan orang ketika dihadapkan pada suatu tantangan pendakian gunung. Yang pertama yang mudah menyerah (quiter) yakni dianalogikan sebaga  karyawan yang sekedarnya bekerja dan hidup. Mereka tidak tahan pada serba yang berisi tantangan. Mudah putus asa dan menarik diri di tengah jalan. Golongan karyawan yang kedua (camper) bersifat banyak perhitungan. Walaupun punya keberanian menghadapi tantangan namun dengan selalu memertimbangkan resiko yang bakal dihadapi. Golongan ini tidak ngotot untuk menyelesaikan pekerjaan karena berpendapat sesuatu yang secara terukur akan mengalami resiko. Sementara golongan ketiga (climber) adalah mereka yang ulet dengan segala resiko yang bakal dihadapinya mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.


Sebagai ilustrasi  NYATA berikut penulis  kopi langsung dari  tulisan  yang ada pada  blog motivasi diri tentang kisah singkat dua orang, yang menurut hemat penulis, orang-orang tersebut   mempunyai  AO ( adversity quotient) yang tinggi, tahan banting, pekerja  keras serta tidak mudah  menyerah.

 

Adam Khoo - Singaporean

Si koko Adam Khoo ini adalah seorang berkebangsaan Singapura.  Adam Khoo ini memang terkenal 'batu', terutama dalam hal akademis. Saking gebleknya, dia sudah dikeluarkan dari sekolah di kelas 4 SD.  Sesulit  apa sih pelajaran di kelas 4 SD sampai harus  dikeluarkan?  Jadinya dia masuk ke SD terburuk di Singapura untuk terus melanjutkan sekolah. Saat pendaftaran masuk SMP, dia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, lagi-lagi dia harus masuk ke SMP terburuk di Singapura untuk melanjutkan sekolah. Dengan prestasi akademis yang kerdil ini, wajar saja dia menjadi bahan tertawaan teman-teman sejawatnya waktu itu.

Tapi kekurangaanya di dunia akademis tidak membuntukan ketajamannya di bidang bisnis. Adam Khoo memulai bisnisnya sejak umur 15 tahun. Kini dia bergerak di bidang bisnis training dan seminar. Bahkan di saat usianya baru 22 tahun, Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional di Singapura dengan gaji tinggi bayaran $10.000 perjam! Bayangkan saja, di umur 22 tahun saat semua orang masih disibukkan dengan ngeband, kuliah, dan mendaftarkan diri di bank-bank swasta, Adam Khoo yang dibilang bodoh sudah menghasilkan 100 juta rupiah perjam! Kini di usia 26 tahun, dia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset US$ 20 juta per tahun.

Abraham Lincoln – American.


Rapot kegagalanya menurut penulis sangat mencengangkan, bagaimana tidak: Gagal dalam bisnis pada tahun 1831. Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832. Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833. Mengalami patah semangat pada tahun 1836. Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838. Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840. Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843. Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848. Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855. Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856. Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.

Kira-kira apa yang akan terjadi pada anda bila mengalami kegagalan demi kegagalan terus menerus selama puluhan tahun? Saya pribadi cuma punya 2 jawaban: menyerah, atau gila. Wajar saja banyak yang menganggap dia bodoh  karena terus memaksakan dirinya berada di dunia politik. Tapi kegagalan Abraham Lincoln dalam dunia politik tidak lantas membuat dia menyerah dan membuka counter pulsa kecil (karena memang handphone saja belum ada), dia terus maju walaupun pada tahun 1836 pernah terpuruk karena kegagalan-kegagalannya. Abraham Lincoln berhasil menjadi presiden Amerika ke -16 pada tahun 1860 dan juga sebagai salah satu Presiden tersukses dalam memimpin bangsanya, menghentikan perang saudara Amerika, dan menghapuskan perbudakan.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari para ahli sukses di atas? Mental Juara Keberhasilan hanya bisa diraih dengan bertahan dari kegagalan. Dalam proses pencapaian sukses, akan banyak rintangan dari luar, termasuk caci maki dari orang-orang anti-sukses disekitar anda. Tetaplah berani untuk menempuh jalan yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang, dan tetap percaya pada potensi dan impian anda.  Jadikan anda petarung hebat, songsong tahun 2014 dengan daya saing yang memikat, maka sukses hanya soal waktu, BROO….INSYAALLAH.

 

Bravo!

Penghujung Desember, 2013,

Dari: Medan Satria, Kota Bekasi

 



MENCIPTAKAN DAYA SAING HANDAL


Era Globalisasi.

 

Dalam  era globalisasi  seperti sekarang ini mau tidak mau, senang tidak senang maka persaingan dalam dunia  bisnis maupun dunia professionalisme akan semakin ketat dan sengit.  Oleh karenanya  baik perusahaan maupun individu /para professional dituntut untuk meningkatkan  daya saing yang mumpuni, kalau tidak para prefesioanl hanya akan menjadi kaum inferior yang hanya akan menjadi pecundang  dan harus menerima dengan legowo untuk diposisikan sebagai follower atau warga  kelas dua. Sebagai perusahaan label follower sangat pantas untuk dihindari dan dijauhi, demikian juga  label kelas dua untuk para professional harus dijadikan  barang tabu , karena hal tersebut akan menghambat promosi jabatan  atau promosi-promosi yang lain.

 

Pemasaran.

 

Pada hemat penulis outcome dari  profesioanal itu tidak beda beda jauh dengan sebuah perusahaan, yang esensinya adalah menjual produk atau service. Maka sebagai profesioanal sudah sewajarnya harus  mempunyai juga keahlian  sebagai  pemasar yang baik  terhadap produksi/ jasa yang ditawarkan. Oleh karenanya pada era persaingan yang ketat,  tidak berlebihan kalau para professional harus mempunyai  daya saing  yang handal, agar bisa survive dan dapat  memenangkan dalam "pertarungan " tersebut. Hanya dengan daya pikat  marketing yang efektif dan efisien pemasar  dapat bisa membawa perusahaan maupun professional dapat meraih target yang optimal atau paling tidak dapat memenuhi  target yang sudah ditentukan.  

 

Seperti diketahui, Proses  pemasaran diartikan sebagai suatu usaha  yang  dilakukan  oleh  seseorang atau pengusaha  untuk  dapat mempengaruhi  konsumen  agar  mereka  menjadi  tertarik, senang , kemudian  membeli jasa  ataupun produknya. Oleh karena kegiatan pemasaran itu mencakup  proses  dari awal  sebelum  produksi itu sendiri dilakukan sampai dengan kegiatan  purna  jual atas barang atau servise yang ditawarkan kepada konsumennya maka aktivitas tersebut harus dilaksanakan dengan  penuh keseriusan.   Perlu diingat bahwa definisi konsumen  itu pada hakekatnya adalah seseorang yang membutuhkan dan atau  yang akan menerima product atau jasa, oleh karenanya konsumen itu bisa saja dari temen sekerja, pimpinan dan bahkan bawahan kita. Maka jelaslah bahwa konsumen  itu ada dimana mana  dan tidak harus serta  selalu dari atau ada diluar perusahaan.

 

Usaha dalam mempengaruhi konsumen  tersebut  dapat dilakukan  oleh pengusaha maupun para professional dengan  memanfaatkan  kondisi pribadi calon konsumen itu sendiri maupun  berbagai sarana  yang  dimiliki oleh  perusahaan atau masing  masing  penjual jasa/ profesional. Kondisi intern  yang  ada di dalam diri  para   konsumen (pemakai jasa atau produk) itu disebut INNER DRIVEN  sedangkan  sarana yang dimiliki  dan atau diciptakan oleh  perusahaan / pribadi penjual jasa disebut  OUTER DRIVEN ( Indriyo Gitosudarmo,Drs,M.Com – Buku Manajemen Pemasaran).

 

Kondisi intern konsumen  disebut inner driven  artinya dorongan  yang timbul dari  dalam diri konsumen  sendiri,untuk pemakai barang/produk: misalnya  status  sosialnya, kekayaannya, kepribadiannya, gaya hidupnya, gaya menejerialnya, ketelitiannya, kedisiplinanya dan sebagainya. Semua kondisi itu dapat dipergunakan  sebagai pintu masuk oleh  perusahaan / penjual jasa untuk  mempengaruhinya, misalnya dengan  menciptakan  persepsi bahwa bagi  orang  yang  berstatus  social  tinggi haruslah  memiliki  atau memakai produk / barang yang ditawarkan. Demikian juga untuk para professional  harus juga bisa memanfaatkan inner driven calon konsumen sebagai pintu masuk dalam mempengaruhi agar jasanya disukai dan selalu dicari  oleh target konsumen.

 

Sementara itu outer driven  atau dorongan  dari luar calon konsumen harus bisa diciptakan oleh  perusahaan atau professional.  Salah satu outer driven dalam  dunia marketing  yang sudah dipopulerkan oleh  MC CARTHY  yaitu  4P (baca:empat P). Akronim tersebut terdiri dari,  (1) Product – produksi, (2) Price – harga, (3) Promotion – promosi dan (4) Placement-distribusi. Alat /sarana   pemasaran  tersebut  biasanya  dipadukan  sedemikian rupa  oleh  pengusaha untuk  mempengaruhi  konsumen. Perpaduan  dari  alat  atau sarana  tersebut  diatas biasanya  disebut  sebagai BAURAN  PEMASARAN atau  MARKETING MIX.

 

Namun lain halnya untuk memasarkan jasa / kinerja yang merupakan daya  saing dari para profesioanal, para professional harus  memakai tool jenis lain yang harus dipakai atau diaplikasikan dalam memasarkan jasa atau servicenya. Bauran yang harus dipakai adalah competitiveness  generic atau daya saing standard.

 

Competitiveness Generic : Daya Saing Standard.

 

Tak terhitung lagi atau dengan kata lain telah banyak  cara yang telah disampaikan oleh para pakar  maupun praktisi tentang strategi generic  daya saing para professional agar bisa lebih mengOPTIMAlkan  kinerjanya dalam   era yang penuh dengan tantangan ini. Penulis sebut generic, karena  menurut hemat penulis daya saing  termaksud  mutlak ( minimum requirement) harus  dipunyai dan  selalu diamalkan – hukumnya wajib- oleh para professional. Tentu saja masih bisa ditambahkan  dengan ornamen-ornamen  lain agar dapat menambah daya dobrak dari  daya saing para professional.

 

Kapsul CDR.

 

Dari beberapa suntingan dan hasil pengamatan  serta pengalaman, untuk menambah stamina daya dobrak kinerja tidak ada salahnya para professional selalu harus  menyelipkan  kapsul stimulate dalam kerja sehari-hari. Kapsul yang dimaksud  dalam  hal ini  adalah CDR kapsul. Kapsul  yang satu ini elemen kimiawinya adalah  terdiri  dari beberaoa  unsur "kimia kinerja", yang telah bertahun-tahun teruji kehandalannya. Unsur kimiawi  yang dimaksud yaitu terdiri dari  (1) Capability, (2) Deliver dan (3) Reliable , yang pada kesempatan kali ini penulis  singkat dengan akronim CDR.  Ketiga  unsur tersebut harus di blending menjadi satu dan diharapkan akan menjadi  competitiveness mix  atau bauran daya saing. Manfaat atau tuah  dari masing-masing elemen atau unsur  bauran daya saing tersebut adalah seperti paparan dibawah.

 

Capability:

Bila kita bicara tentang kapabilitas atau kemampuan,menurut hemat penulis  hal tersebut tidak  hanya bisa diraih oleh mereka yang punya pendidikan  tinggi saja, namun bisa juga hal tersebut bisa dicapai oleh seorang yang  berpendidikan menengah dan rendah, namun syaratnya mereka harus mempunyai keseriusan dan  tujuan yang focus  dalam mengerjakan  pekerjaan sehari-hari.  Dunia telah mencatat,  banyak dari mereka yang berpendidikan rendah berhasil juga  mempunyai kemampuan yang handal, karena mereka  tidak pernah takut  salah , lelah apalagi menyerah pada kegagalan, mereka selalu mencoba terus , terus dan terus mencoba sampai  keberhasilan dapat diraihnya.

 

Oleh karenanya  tidak mengherankan bila ada   orang  yang mempunyai kapabilitas hebat namun bila dilihat dari sisi akademisnya banyak yang tidak  membanggakan  dan bahkan sering  dibilang JEBLOK.  Sebutlah nama Thomas Alfa Edison, yang oleh gurunya dibilang sangat bodoh dan tidak boleh mengikuti disekolah umum, namun sejarah telah mencatat bahwa bung  Thomas tersebut telah berhasil menciptakan  sesuatu dan bahkan dia telah  mempunyai tidak kurang dari 1000 (baca: sarebu ) HAK PATENT untuk  berbagai keperluan. Masih ada contoh lain lagi yaitu  pak BILL Gate  yang mampu membangun perusahaan sebesar  MICROSOFT, serta anak muda Mark Zuckerberg yang dapat menciptakan  FACE BOOK  yang sangat fenomenal  itu, padahal kedua professional tersebut adalah berlabel MAHASISWA  DROP OUT,  yang di DO dari Harvard University yang terkenal itu  karena dianggap "dedel" sebagai mahasiswa.  Jadi buat para professional yang memang masih mempunyai kemauan untuk mempunyai kecakapan yang hebat dalam bidang apa saja masih ada kesempatan, asal masih ada kemauan belajar, praktek / latihan dan kerja keras di dalam KAMPUS KEHIDUPAN ini, meski kampus tersebut tidak pernah  mengeluarkan sertifikat apapun, namun proven (TERBUKTI) sebagai perguruan tinggi handal.

 

Deliver.

Deliver dalam kamus terjemahan dimaknai sebagai penyampaian. Untuk bisa menyampaikan sesuatau dengan jelas  dan bisa dimengerti  oleh seseorang / group atau apapun kuncinya adalah komunikasi .  Seorang  pakar yang mendefinisikan  komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Sampai  disini  kelihatan mudah bukan……..

 

Namun faktanya  dalam penelitian menyebutkan bahwa 70% kesalahan di dunia kerja diakibatkan oleh KOMUNIKASI yang buruk (Blog: Gina Muthia). Oleh karenanya  para professional  harus  mempunyai  bahasa komunikasi  yang bagus dan memadai sesuai dengan level masing-masing. Untuk bisa mendeliver sesuatu maka komunikasi yang efektif harus  bisa dilakukan, agar apa yang disampaikan bisa  sukses alias NYAMPEK untuk itu paling kurang teory dibawah ini bisa dicoba "di-syariatkan", antara lain adalah:

 

  • Simplifikasikan masalah
  • Gunakan bahasa  sederhana  dan  mudah dicerna
  • Terarah, Logic dan  reasonable
  • Ciptakan  kesan penting
  • Penyampaian yang menarik dan tidak menggurui

Seperti komunikasi dengan klien yang diluar perusahaan, di dalam internal perusahaan  pun untuk menunjang  keberhasilan maka sebagai professional harus bisa mengkomunikasikan  tujuan atau misinya , baik itu ke atas terhadap atasan, ke bawah terhadap bawahan, kesamping  kepada  sejawat atau patner se-level, dan diagonal  kepada  lintas department atau organisasi. Bila sang professional GAGAL membuat   komunikasi  dari empat jenis  interaktif yang penulis sebutkan diatas , maka dijamin  effort yang dibuat tersebut akan melengkapi  fakta  kegagalan  yang 70 % seperti yang disampaikan diatas.


Reliable:

Meminjam sebagian  tulisan Prof. Dr. Ir. Safri Mangku Prawira, dibawah ini bahasan pentingnya adversity quotient untuk menjadikan  seseorang  tahan banting dan reliable atau bisa diandalkan dimata perusahaan, atasan maupun klien, perlu di simak dan dicermati.


Tidak jarang dalam dunia kerja ada sekelompok karyawan yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tinggi kalah bersaing oleh para karyawan lain yang ber-IQ relatif lebih rendah namun lebih berani menghadapi masalah dan bertindak. Mengapa sampai seperti itu?. Dalam bukunya berjudul Adversity Quotient: Turning Obstacles into Opportunities, Paul Stoltz memerkenalkan bentuk kecerdasan yang disebut adversity quotient (AQ). Menurutnya, AQ adalah bentuk kecerdasan selain IQ, SQ, dan EQ yang ditujukan untuk mengatasi kesulitan. AQ dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AQ dapat digunakan sebagai indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan. Ada tiga kemungkinan yang terjadi yakni ada karyawan yang menjadi kampiun, mundur di tengah jalan, dan ada yang tidak mau menerima tantangan dalam menghadapi masalah rumit (tantangan) tersebut. Katakanlah dengan AQ dapat dianalisis seberapa jauh para karyawannya mampu mengubah tantangan menjadi peluang.


Kembali kepada Stolz, dia mengumpamakan ada tiga golongan orang ketika dihadapkan pada suatu tantangan pendakian gunung. Yang pertama yang mudah menyerah (quiter) yakni dianalogikan sebaga  karyawan yang sekedarnya bekerja dan hidup. Mereka tidak tahan pada serba yang berisi tantangan. Mudah putus asa dan menarik diri di tengah jalan. Golongan karyawan yang kedua (camper) bersifat banyak perhitungan. Walaupun punya keberanian menghadapi tantangan namun dengan selalu memertimbangkan resiko yang bakal dihadapi. Golongan ini tidak ngotot untuk menyelesaikan pekerjaan karena berpendapat sesuatu yang secara terukur akan mengalami resiko. Sementara golongan ketiga (climber) adalah mereka yang ulet dengan segala resiko yang bakal dihadapinya mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.


Sebagai ilustrasi  NYATA berikut penulis  kopi langsung dari  tulisan  yang ada pada  blog motivasi diri tentang kisah singkat dua orang, yang menurut hemat penulis, orang-orang tersebut   mempunyai  AO ( adversity quotient) yang tinggi, tahan banting, pekerja  keras serta tidak mudah  menyerah.

 

Adam Khoo - Singaporean

Si koko Adam Khoo ini adalah seorang berkebangsaan Singapura.  Adam Khoo ini memang terkenal 'batu', terutama dalam hal akademis. Saking gebleknya, dia sudah dikeluarkan dari sekolah di kelas 4 SD.  Sesulit  apa sih pelajaran di kelas 4 SD sampai harus  dikeluarkan?  Jadinya dia masuk ke SD terburuk di Singapura untuk terus melanjutkan sekolah. Saat pendaftaran masuk SMP, dia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, lagi-lagi dia harus masuk ke SMP terburuk di Singapura untuk melanjutkan sekolah. Dengan prestasi akademis yang kerdil ini, wajar saja dia menjadi bahan tertawaan teman-teman sejawatnya waktu itu.

Tapi kekurangaanya di dunia akademis tidak membuntukan ketajamannya di bidang bisnis. Adam Khoo memulai bisnisnya sejak umur 15 tahun. Kini dia bergerak di bidang bisnis training dan seminar. Bahkan di saat usianya baru 22 tahun, Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional di Singapura dengan gaji tinggi bayaran $10.000 perjam! Bayangkan saja, di umur 22 tahun saat semua orang masih disibukkan dengan ngeband, kuliah, dan mendaftarkan diri di bank-bank swasta, Adam Khoo yang dibilang bodoh sudah menghasilkan 100 juta rupiah perjam! Kini di usia 26 tahun, dia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset US$ 20 juta per tahun.

Abraham Lincoln – American.


Rapot kegagalanya menurut penulis sangat mencengangkan, bagaimana tidak: Gagal dalam bisnis pada tahun 1831. Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832. Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833. Mengalami patah semangat pada tahun 1836. Gagal memenangkan kontes pembicara pada tahun 1838. Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840. Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843. Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848. Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855. Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856. Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.

Kira-kira apa yang akan terjadi pada anda bila mengalami kegagalan demi kegagalan terus menerus selama puluhan tahun? Saya pribadi cuma punya 2 jawaban: menyerah, atau gila. Wajar saja banyak yang menganggap dia bodoh  karena terus memaksakan dirinya berada di dunia politik. Tapi kegagalan Abraham Lincoln dalam dunia politik tidak lantas membuat dia menyerah dan membuka counter pulsa kecil (karena memang handphone saja belum ada), dia terus maju walaupun pada tahun 1836 pernah terpuruk karena kegagalan-kegagalannya. Abraham Lincoln berhasil menjadi presiden Amerika ke -16 pada tahun 1860 dan juga sebagai salah satu Presiden tersukses dalam memimpin bangsanya, menghentikan perang saudara Amerika, dan menghapuskan perbudakan.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari para ahli sukses di atas? Mental Juara Keberhasilan hanya bisa diraih dengan bertahan dari kegagalan. Dalam proses pencapaian sukses, akan banyak rintangan dari luar, termasuk caci maki dari orang-orang anti-sukses disekitar anda. Tetaplah berani untuk menempuh jalan yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang, dan tetap percaya pada potensi dan impian anda.  Jadikan anda petarung hebat, songsong tahun 2014 dengan daya saing yang memikat, maka sukses hanya soal waktu, BROO….INSYAALLAH.

 

Bravo!

Penghujung Desember, 2013,

Dari: Medan Satria, Kota Bekasi

 



Jumat, 18 Mei 2012

SURVIVAL OF THE FITTEST

Memaknai  kisah dibalik  kesuksesan seseorang.


Banyak cerita keberhasilan yang sudah pernah diberitakan dan diperlihatkan dimedia cetak maupun audio visual. Namun  banyak juga  orang-orang yang belum tergerak hatinya untuk meniru dan   atau menjadi followernya  dalam memperjuangkan nasib atau peruntungan.  Biasanya mereka  dalam melihat keberhasilan seseorang hanya melihat  pada ending ceritanya saja atau berhenti pada kata-kata seperti : wah hebat dia..... dan melupakan  atau menafikan   pada proses perjalannya, bagaimana sampai  seseorang  bisa meraih itu semua.

 

Pada kenyataannya banyak kisah keberhasilan seseorang yang pada perjalannannya diselimuti oleh kisah yang mengharu biru, jauh dari kondisi ideal dan tidak nyaman  untuk dilihat maupun didengar, seperti alur kisah dibawah ini:

1.    Ada orang yang tadinya susaaaaaah buanget, hidupnya  yang terlunta-lunta namun di kemudian hari bisa berjaya, begitu kata orang Malaysia.

2.    Ada  orang yang punya kebutuhan khusus ( tuna indera) - yang banyak orang mengatakan bahwa mereka  sulit untuk bisa  berhasil - ternyata dikemudian  hari dia berhasil mematahkan pendapat banyak orang dan malah  bisa memberikan pekerjaan pada orang yang lebih sempurna.

3.    Ada orang yang pernah jatuh bangun bertubi-tubi dalam  perjalanan dalam memperjuangkan cita-citanya dan akhirnya karena  kegigihannya  dia bisa sukses menaklukkan dahsyatnya  rintangan yang menderanya.

Padahal  tidak saja contoh langkah sukses seseorang  yang bisa diteladani namun  kisah kegagalannyapun bisa diambil sebagai pelajaran, agar seseorang dalam meniti suksesnya tidak usah mengalami  kegagalan serupa dan akhirnya bisa  memetik keberhasilan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti.

 

Survival of the Fittest.

Kesuksesan Bob Sadino sepertinya tidak berlebihan untuk dijadikan bench marking seseorang dalam meraih impian atau cita-cita. Bob adalah tokoh yang unik dan berhasil di bidang bisnis. Akan tetapi banyak orang  hanya mengagumi  sukses usahanya yang beromset milyaran rupiah pertahun dan tidak banyak orang yang mengetahui awal mula usaha Bob. Dalam bukunya Petualangan Bisnis Bob Sadino, dia mengatakan bahwa dalam mengawali kariernya dia pernah menjadi sopir taxi serta kuli bangunan. Tidak berhenti sampai disitu, dalam perburuan suksesnya, setelah meninggalkan profesinya sebagai kuli bangunan, Bob mengalami begitu banyak kisah yang pantas untuk dicatat seperti jatuh bangun usahanya  yang berulangkali . Namun begitu Bob Sadino selalu bangkit dan siap untuk memulai lagi. Dengan kata lain, Bob selalu dalam kondisi yang FIT (jiwa maupun  raga), dia selalu siap  bekerja keras, tidak pernah memilih-milih jenis pekerjaan serta tidak pernah patah arang. Sampai akhirnya  langkah yang dia lakukan tersebut  bisa membawanya dalam  keberhasilan seperti yang sekarang ini. 

Perjuangan Bob Sadino tersebut, menurut hemat penulis semakin membenarkan akan kebenaran dari theory    Darwin tersebut yaitu  "survival  of the fittest".    Dari  kalimat theory Darwin tersebut penulis mencoba mengartikan bahwa, hanya pada seseorang  yang selalu FIT disetiap waktu  yang akan selalu bisa memenangkan pertarungan  atau yang bakal muncul sebagai sang pemenang dalam memperjuangkan  cita-cita apapun yang diimpikan. 

 

Bagaimana cara mendapatkanya.

Untuk dapat  mendapatkan kondisi selalu fit tentunya tidak semudah seperti kita membalikkan telapak tangan. Dalam hal ini, kondisi fit yang dimaksudkan tidak bisa hanya dimaknai  hanya terpusat pada kesehatan jasmani semata, namun juga harus disertai dengan jiwa yang sehat pula. Tanpa jiwa yang sehat, manusia akan rapuh dalam mengahadapi  rintangan sekecil biji sawi_pun. Oleh karenanya tidak berlebihan jika  setiap orang seyogyanya bisa memaknai kata mutiara yang populer ini, yaitu  "orandum est mens sana in corpore sano", yang berarti berdoalah engkau, agar pada  jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat. Hanya dengan kekuatan doa disetiap tarikan nafas, niscaya  kekuatan supranaturalNYA akan membimbing jiwa seseorang menjadi sehat.

Selain kondisi yang harus selalu fit, keharusan lain yang penting dipunyai oleh seseorang yang akan melakukan perburuan sukses adalah memaknai apa yang dikatakan oleh para pendekar dunia seperti, William  Shakesphere , Einstein dan Bill Gates, seperti tersebut dibawah.

 

1.    William Shakesphere.

Tiga kunci sukses, (1)Harus tahu lebih banyak dari orang lain,(2) berusaha lebih keras dari orang lain dan (3) berharap lebih sedikit dari orang lain.

2.    Einstein

Dalam berkarya harus selalu berinovasi , karena jika seseorang merasa bahwa mereka tidak pernah  melakukan kesalahan selama hidupnya, maka sebenarnya mereka tidak pernah  mencoba  hal-hal baru dalam hidupnya.

3.    Bill Gates,

Selalu bekerja keras dalam berkarya, karena jika anda terlahir dalam kemiskinan itu bukanlah kesalahan anda, namun jika anda mati dalam kemiskinan itu adalah kesalahan anda.

 

Dengan semangat makna yang terkandung dalam  theory Darwin "Survival of the fittest" yang dilengkapi dengan langkah-langkah yang teruji sesuai kata bijak  dari para pendekar taraf dunia tersebut diatas, maka di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak mungkin untuk bisa diraih.

 

 

Bravo & Sukses,

Medan Satria, Kota Bekasi, May 2012



Selasa, 15 Mei 2012

MENEMBUS BATAS


Memahami arti kata batas.

Dalam bahasa umum batas bisa diartikan sebagai  garis pemisah antara dua atau lebih dari sesuatu hal. Oleh karenanya pada  kondisi tertentu batas kadang diartikan  pemisah  antara hak orang satu dengan yang lainnya dikarena  atribut  jender. Disaat  lain kata  batas bisa diartikan  juga untuk pengklasifikasian sesuatu, contohnya seseorang tidak boleh  mengikuti perlombaan  dikarenakan adanya aturan umur yang harus disesuaikan  dengan keperuntukannya. Namun untuk   kondisi universal , batasan – batasan   seperti yang disebutkan   diatas tidak  berlaku lagi , seperti tidak adanya BATAS  atas hak untuk SUKSES bagi  setiap orang tanpa terkecuali.  Namun begitu, meski tidak ada  batas untuk hak universal   seperti yang disebutkan  diatas tidak lantas  pemahaman  atas hak tersebut bisa bersemi  langsung dengan sendirinya pada  sanubari setiap  orang, apalagi untuk  bisa hidup subur dan tumbuh berkembang.


Makna persepsi dan efek yang ditimbulkan.

Banyak orang mengatakan atau mengartikan bahwa persepsi adalah cara pandang seseorang dalam mengartikan atau menilai suatu benda, objek atau masalah. Oleh karenanya tindak lanjut dari persepsi yang ada akan sangat menentukan langkah apa yang akan diambil oleh seseorang dalam mensikapi  kondisi yang saat itu dihadapi  serta dialaminya. Tak terkecuali juga  terhadap pensikapan adanya hak sukses yang sebetulnya  dimiliki oleh semua orang, masing-masing pribadi pasti akan beda dalam  menindaklanjutinya, apakah seseorang akan sepenuh hati dan yakin bisa meraih  haknya  atau malah mengambil langkah sebaliknya yaitu setengah hati dan tidak yakin  mampu untuk mendapatkannya.  Hal tersebut akan sangat tergantung sekali terhadap persepsi apa yang dominan pada  masing-masing pribadi, persepsi positif atau persepsi negatif.


Persepsi positif versus Persepsi negatif.

Biasanya tanda-tanda  dari orang yang mempunyai persepsi positive adalah  jika seseorang  yang dalam  pandangan  hidupnya  selalu mengatakan pada dirinya  " aku pasti bisa", "tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bah!", " bila orang lain bisa kenapa  tidak", dan masih banyak lagi yang lainnya (maaf  bung Rhoma  saya  langsung main comot dan pasang (copas) aja  kata-kata tersebut tanpa minta ijin terlebih dahulu).

Sementara  untuk orang  dengan  persepsi negatif , kebanyakan  dari mereka akan selalu mengatakan pada dirinya  sendiri maupun kepada orang lain  dengan argumentasi pembatasan diri, atau dalam artikel ini penulis sebut BATAS. Dibawah disampaikan beberapa kalimat batas-batas yang sering kita dengar, diantaranya  adalah:

- Saya tidak bisa sebab saya  miskin

- Saya tidak bisa karena  saya bukan sarjana
- Saya tidak bisa karena pengalamanku masih sedikit

- Saya tidak bisa  karena sudah  tua
- Saya tidak bisa  karena masih muda
- Dan masih banyak lagi alasan ketidak bisaan lain...

 

Inspiring  Figure.
"Saya tidak bisa  sebab saya miskin", begitu sering kalimat itu kita dengarkan  baik itu di kampung maupun di kota besar ( ingat kaum papa di republik ini, masih lebih dari 50% populasi penduduk, maka mereka ada dimana-mana)). Bila dari awal seseorang sudah mempunyai argumentasi seperti tersebut , hampir bisa dipastikan  bahwa orang tersebut akan selalu gagal, karena dari jauh-jauh hari di otak mereka telah  diberi gambaran gagal atau paling tidak mereka telah membatasi kemampuan dirinya , merasa kurang ini, kurang itu  dan akhirnya mereka tidak melakukan langkah apapun  dikarenakan  mereka telah merasa kalah sebelum berperang.  Untuk para pemenang, batas batas  tersebut  diatas tidak berlaku  dan  tidak akan mampu mempengaruhi  terhadap  semangat perjuangan hidupnya. "Rawe-rawe rantas, malang-malang putung" atau "Sekali layar terkembang, pantang biduk  surut ke pantai"- begitu motto yang sering mereka ucapkan.


Sebetulnya ada banyak figure contoh yang bisa disampaikan , namun paling kurang  disini bisa penulis sampaikan  ada dua  rol model yang  pantas di jadikan   inspiring figurenya, diantaranya adalah Bung Andre Wongso  dan yang lainnya  adalah Bung Iwan Setiawan. Alasan kenapa saya menampilkan kedua figure tersebut  adalah, hanya karena person yang pertama sering saya dengarkan  talk shownya disebuah radio  di Jakarta  sementara untuk person  yang kedua saya ambil  dari kisah  wawancara  dia dalam  acara Kick Andy. Lepas dari itu  semua, yang jelas kedua  person   tersebut ternyata telah membuktikan  kepada kita semua sebuah contoh keberhasilan  dalam  meraih  sukses dengan  mengumandangkan  semangat   MENEMBUS  BATAS, yang mungkin oleh banyak orang belum tentu hal yang sama akan dilakukan, sebelum dapat inspirasi dan motivasi  dari mbah dukun......(bercanda  sakletik  boleh kan??).


Alkisah , Andrie Wongso yang pada  beberapa kesempatan  sering mengatakan kepada kita semua  bahwa dia  bukan lulusan perguruan tinggi dan hanya bergelar SDTT ( sekolah dasar tidak tamat), namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya  dalam memperjuangkan cita-cita, yang akhirnya dia bisa juga meraih  sukses seperti yang kita ketahui sekarang.  Hal tersebut  menunjukkan kepada kita bahwa kisah  ini adalah salah satu contoh  keberhasilan  yang bisa lahir  dari keluarga miskin (begitu pengakuannya) berhasil  meraih sukses  yang selanjutnya  hal tersebut mampu membawa dirinya menjadi salah satu MOTIVATOR sohor  di replubik ini. "Succses is my right" adalah motto yang akhir-akhir ini selalu  dia pakai dalam menyemangati pribadi-pribadi yang mau jadi pemenang.


Lain lagi dengan Iwan Setiawan, berangkat dari keluarga sopir angkot dikota kelahirannya, dia telah berjuang  dengan caranya sendiri dalam menembus batas guna  merealisasikan  cita-citanya, yang dimulai dari dia harus lulus SLAnya di  Batu dan  selanjutnya   harus bisa masuk perguruan tinggi lewat program PMDK. Dengan perjuangan berat dan sangat keras tentunya akhirnya bisa masuk perguruan tinggi sesuai dengan jalur  yang dia idamkan dan selanjutnya dia bisa menyelesaikan pendidikannya dengan tepat waktu serta  lulus dari sebuah perguruan tinggi di Bogor yang  kampiun itu.


Tidak  berhenti  sampai di situ saja , dengan modal pengalaman  kerja  yang hanya  dua tahun serta dengan  kemampuan bahasa inggris yang  masih seadanya  dia harus  menerima tantangan dari perusahaan tempat kerja dia, untuk  menjajal  kemampuan intelektualnya  di New York.  Singkat cerita, akhirnya  dalam  waktu  sepuluh tahun  dia  telah bisa menaklukan persaingan ketat dengan para bule AMRIK yang ada di New York sana dengan meraih  posisi sebagai Direktur Riset pada perusahaan  yang mempromosikannya tersebut. Berdasarkan dari  pengakuannya  dalam wawancara  KICK ANDY tempohari, kunci sukses yang menyertainya dalam memperjuangkan cita-citanya adalah dengan bersandar atas motto " Jangan pernah menunggu keajaiban, belajar & berusahalah" dan pepatah negeri seberang yaitu " there is a will, there is a way ", demikian celotehnya.


Menembus batas menjemput keberhasilan.

Dari contoh sukses tersebut diatas memberikan pelajaran kepada kita bahwa semangat bisa menembus batas  itu sangat diperlukan, karena dengan tiadanya semangat tersebut seseorang akan  menyerah sebelum bertanding, walaupun orang tersebut sebetulnya mempunyai bekal yang cukup atau bahkan sangat memadai untuk dapat memperjuangkan cita-citanya.  Memetik hikmah dari itu semua, maka menurut hemat penulis, kehidupan  sehari-hari kita harus selalu dihiasi dengan sikap  optimis yang dilandasi dengan  persepsi  positive, seperti halnya motto dari kedua tokoh inspiring tersebut diatas. Dengan begitu diharapkan pintu kemungkinan akan selalu  terbuka lebar  untuk bisa mengantar  kita semua bisa berbuat lebih baik dari yang kemarin agar dapat  meraih sukses apapun yang kita diimpikan, dengan mentunaikan  amalan  syariat   menembus batas (kemustahilan / ketidakmungkinan) dalam menjemput keberhasilan. Amin Ya Robbal Alamin!

 

BRAVO & SUKSES.

Medan Satria, Kota Bekasi – May 2012



Jumat, 04 Mei 2012

JADILAH SANG PEMENANG dan BUKAN PECUNDANG:


Demand  versus Supply.

Pada  suatu hari seorang sahabat menjelaskan akronim kata tekad kepada  saya. Disela sela kesibukannya, disuatu  hari dia menjelaskan begini: di era  tahun  delapan puluhan   banyak orang yang mengatakan bahwa  saat itu  mencari kerja di Jakarta  dan sekitarnya bisa dikatakan relatif  masih mudah, baik  kesempatan untuk jenjang lulusan SLA apalagi untuk jenjang yang lebih tinggi.  Tanpa harus bertanya kepada pakar sekalipun buat mendapatkan jawaban tersebut, semua  orang pasti sudah tahu jawabannya, kenapa saat itu situasinya begitu mudah?. Yang  pasti  pada  saat itu  persaingan pemburu kerja tidak sebanyak, sesulit dan  seDAHSYAT sekarang, oleh karena saat itu  situasinya : si_DEMAND (pemburu kerja) lebih kecil dari si_SUPPLY (lowongan kerja), namun kondisi yang ada sekarang adalah  justru   sebaliknya, badan si _DEMAND  lebih  besar  dari  si_SUPPLY.

 

Untuk itu, dampaknya  para pencari kerja baik  yang pemula  maupun  yang  non pemula ( buat mereka-mereka yang ingin mengejar sukses  lebih tinggi) harus  siap  berkompetisi ketat bahkan seketat-ketatnya dengan para kompetitor lainnya. Ringkasnya di era sekarang  persaingan  dalam dunia perburuan lapangan  kerja  maupun dalam berkompetisi untuk menjadi pemenang apapun, seseorang tidak bisa lagi hanya dengan bermodalkan tekad yang biasa-biasa  saja  namun harus mempunyai  dan mengaplikasikan  TEKAD yang ++ ( baca: plus plus).

Binatang apakah  TEKAD ++ itu?.


Kata  TEKAD  banyak diucapkan  oleh banyak orang, namun tidak banyak orang yang bisa memanfaatkan  kata "bertuah" ini secara optimal. Dia memberikan contoh tragis, nasib dari seorang sahabatnya yang sangat memimpikan dan bahkan telah bertekad untuk bisa jadi  seorang pilot handal, namun singkat cerita  sahabat termaksud akhirnya gagal dalam meraih cita-citanya. Usut  punya usut, rupanya ketidak berhasilan usaha tersebut  lantaran tekad dari sang sahabat termaksud hanya berhenti pada tataran motto  semata, tanpa  disertai usaha yang memadai, atau jauh  dari pengamalan  akronim  kata TEKAD itu sendiri, yang oleh temanku akronim tersebut disebutnya sebagai tekad plus-plus.


Menurut teman saya  akronim tekad  mengandung  "mineral kekuatan "yang sangat luar biasa. Lebih dari itu kebertuahannya sudah terbukti  serta  dibenarkan  oleh  adanya testimoni  dari para  peraih sukses atau pemenang yang pernah disampaikan di beberapa  kesempatan, baik itu di media audio visual maupun di media cetak. Kelima makna akronim tersebut sejatinya menurut penulis memang  layak untuk  dicermati, oleh karenanya mari simak uraian tersebut dibawah:

 

1.  TARGET

Agar lebih fokus  dan tidak  melebar kemana-mana, maka cita-cita  atau kehendak itu harus dimasukkan  dalam sebuah bingkai target atau sasaran, yang nantinya  hal tersebut setiap saat  bisa dilihat perkembangannya serta sekaligus bisa sebagai bahan pengingat   atas sasaran awal .  Tanpa  adanya pengingat dan pembatas yang harus  diikuti atau dilaksanakan , maka  sangat dimungkinkan  dalam perjalanan  pencapaian  target atau sasaran tersebut akan terlena  dan bisa berbelok  ke arah yang tidak jelas bahkan akan menjauh  dari target semula , oleh karena adanya halangan atau  hambatan  yang mendera dalam proses perjalanan pencapaian sasaran.

Rumus  keniscayaan yang ada, bila telah terbangun sebuah target, maka bisa dipastikan  disitu telah tersemai  sebuah harapan. Dan pada  giliranya  dengan adanya  harapan maka  otomatis  akan selalu timbul MOTIVASI dan KOMITMEN.  Seperti yang  dipercayai dan dikatakan oleh banyak pakar bahwa motivasi adalah merupakan bahan bakar  paling handal untuk "mesin usaha" seseorang  atau kelompok  dan bahkan bangsa dalam usaha  merealisasikan  TARGET atau sasaran.

 

2.  ETOS KERJA

Kenapa  etos kerja yang harus ditonjolkan  dalam perjalanan  pencapaian  sukses  dari jenis apapun keberhasilan yang  diharapkan?  Sebelum  masuk paparan lebih lanjut tentang  etos kerja, lebih  baik  kita simak  beberapa definisi kata etos  itu sendiri.  Dalam kamus Wikipedia menyebutkan bahwa etos berasal dari bahasa Yunani; akar katanya adalah ethikos, yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral. Sementara pada Webster's New Word Dictionary, 3rd College Edition, etos didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Bahkan dapat dikatakan bahwa etos pada dasarnya adalah tentang etika. 

Etika tentu bukan hanya dimiliki oleh bangsa atau rumpun  bangsa  tertentu. Masyarakat dan bangsa apapun mempunyai etika, karena ini merupakan nilai-nilai universal. Nilai-nilai etika yang dikaitkan dengan etos kerja seperti rajin, bekerja keras, berdisplin tinggi, ulet, menahan diri, tekun dan nilai-nilai etika lainnya bisa juga ditemukan pada masyarakat dan bangsa lain.

Dari situ, maka muncullah etos kerja Miyamoto Musashi - Jepang, etos kerja Jerman, etos kerja Barat, etos kerja Korea Selatan  serta etos-etos  kerja bangsa-bangsa maju lainnya.   Bila ditelusuri lebih dalam, etos kerja adalah merupakan respon yang dilakukan oleh seseorang, kelompok,  atau masyarakat terhadap kehidupan  yang biasanya akan berbanding lurus dengan keyakinan masing-masing.  Setiap keyakinan tertentu pasti mempunyai sistem nilai tertentu dan oleh  karenanya  setiap orang yang menerima keyakinan tertentu akan berusaha untuk  mengamalkan  nilai –nilai yang diyakininya.   

Maka bisa  disimpulkan  bahwa  membangun etos  kerja  yang baik  seperti  yang sudah  diperlihatkan oleh bangsa lain  itu merupakan  kata  kunci  dan mutlak  untuk  dipunyai  serta  harus  dilakukan  agar  seseorang  bisa  berhasil  atau  menggapai sukses , yang ujungnya agar tidak disebut  hanya sebagai kelompok atau bangsa pecundang.


3.  KEMAMPUAN

Ada  yang  mengatakan  bahwa kemampuan  setiap individu pada dasarnya  paling kurang  akan diwarnai  oleh dua macam kemampuan  yaitu  kemampuan Inteligensia Quotient  (IQ) atau  Hard Skill dan  kemampuan Emotional  Quotient (EQ) atau Soft Skill.  Untuk mengenal  tentang apa itu IQ dan EQ serta apa korelasinya  dengan  kesuksesan  seseorang , dibawah  disampaikan cuplikan tulisan Dita A Andhyini  dari salah satu media, yang sudah dilakukan sedikit editing disana sini untuk menambah  ketajaman  makna dalam penyampaian sebuah  ilustrasi  yang berhubungan   dengan  kehidupan  dunia kerja.

Apa sih perbedaan antara soft skill dan hard skill?
Pada soft skill, yang lebih ditekankan adalah EQ (Emotional Quotient) atau kecerdasan emosional. Soft skill merupakan kemampuan yang umum dan tidak terpaku pada suatu bidang tertentu.  Soft skill bersifat invisible atau tidak dapat dilihat secara langsung, misalnya kemampuan seseorang dalam memimpin dan pandai dalam bergaul.

Sedangkan pada hard skill, yang lebih ditekankan adalah IQ (Intelligence Quotient) atau kecerdasan intelektual. Hard skill merupakan kemampuan seseorang yang memiliki fokus pada bidang tertentu. Hard skill bersifat visible atau dapat dilihat secara langsung oleh orang lain apakah seseorang memiliki kemampuan di bidangnya atau tidak, misalnya kemampuan seorang  auditor  dalam melakukan audit keuangan perusahaan.

Lantas  apa keterkaitan antara soft skill dan hard skill dalam dunia kerja?
Soft skill dan hard skill merupakan 2 hal yang saling melengkapi. Kita tidak dapat hanya mengandalkan salah satu dari soft skill atau hard skill, sebab dalam dunia kerja soft skill dibutuhkan untuk menunjang hard skill seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki kemampuan bidang hukum, teknik  maupun keuangan tidak akan pernah sukses hebat jika  seseorang  itu tidak mengembangkan soft skill seperti kemampuan dalam berkomunikasi, membangun relasi / networking , atau kerja sama dengan Client.

Soft skill apa saja yang biasanya dibutuhkan oleh suatu perusahaan?
Soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja /perusahaan diantaranya : bertanggung jawab, membangun relasi, berkomunikasi, negosiasi, beradaptasi dengan lingkungan, berkreasi, berinovasi dan berwirausaha, memimpin, membangun kerja sama, manajemen waktu, kejujuran, mengelola sumber daya dan lain-lain.

Kemampuan  yang perlu dipertimbangkan dan direnungkan.

Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa "kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional (EQ)". Dari nama tehnis itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkat fungsi pikiran, dan EQ mengangkat fungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya, bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Ringkasnya,  bila menggaris bawahi tulisan pak Daniel Golemen tersebut diatas, mempunyai kemampuan  hard skill yang tinggi saja tidaklah  cukup untuk membangun sebuah effort  yang efektif dalam pencapaian sukses  , namun haruslah dipadu  dengan kemampuan soft skill yang memadai. 

Bila tidak, mereka yang mempunyai hard skill (IQ) tinggi  namun soft skill(EQ)nya rendah, mereka  hanya akan menjadi orang yang ber-ego nan  tinggi  yang selanjutnya serta biasanya  akan tampak  oleh banyak orang  hanya  akan sebagai "orang gila" kerana tak acuh  terhadap  lingkungan yang mengitarinya.


4.  AKTUALISASI

Sebagian  pendapat mengartikan  aktualisasi diri  adalah  sama sebangun dengan  kata eksistensi atau keberadaan.  Tentu yang dimaksud  disini adalah bukan hanya sekedar ada namun  lebih dari itu adalah suatu keberadaan yang kehadirannya bisa diterima, ditunggu dan diperhitungkan  oleh seseorang, kelompok atau  lingkungan yang lebih besar.  Biasanya ciri-ciri  orang  yang  telah berhasil mengaktualisasikan diri  kebanyakan  dari mereka disetiap harinya  adalah  kinerja nya selalu diwarnai setidaknya  oleh  dua sifat, pertama adalah sifat realiable atau bisa diandalkan

Sifat  ini  biasanya  seseorang  akan berdisiplin tinggi,  seringkali mengambil tugas  lebih dari sekedar job des yang telah diberikan , tidak pernah mengeluh atas tugas-tugasnya  serta tidak  akan pernah mau menyerah.  Sifat  yang kedua adalah  sifat  Inovative, mereka selalu suka  bereksperimen   atau tak henti-hentinya  selalu mencoba  sesuatu yang  baru  guna  mendapatkan  kinerja  yang optimal.  Bagi mereka  kemapanan  yang ada  bukanlah titik akhir yang perlu disakralkan , namun  bisa diartikan  lain yaitu merupakan  pijakan awal untuk melakukan  perubahan-perubahan   demi terciptanya kemapanan berikutnya, dan begitu seterusnya.


5.  DAYA TARIK

Daya tarik adalah  merupakan supplemen  yang sangat penting terhadap  pertumbuhan  kinerja seseorang  dan akan  sangat menentukan  terhadap kelancaran  serta kecepatan waktu  yang dibutuhkan  oleh seseorang  guna pencapaian  sebuah sukses.  Adapun  daya  tarik yang dimaksud tersebut paling kurang  ada tiga sifat  yang  harus dipunyai, ketiga sifat tersebut  adalah terdiri dari : pertama sifat  yang Adaptive atau mudah menyesuaikan diri , kedua sifat  Communicative  atau mudah dan lancar berkomunikasi  dan ketiga adalah  sifat Provokative  yaitu  mempunyai  daya kemampuan yang cukup  dalam memberikan   pengaruh  terhadap orang lain dalam menyampaikan  ide atau gagasannya.

Namun begitu  janganlah  diremehkan faktor penampilan phisik anda, dimana  hal tersebut sering dikecilkan oleh banyak orang yang sok pede.  Padahal kenyataannnya  tidak bisa dipungkiri bahwa penampilan phisik   yang tidak SAL-TUM bisa membentuk kepercayaan diri seseorang.  Memang  betul, penampilan luar memang bukan segalanya, namun setidaknya ada usaha yang memadai agar bisa selalu tampak menarik, karena banyak pakar yang mengatakan bahwa, efek penampilan luar yang menarik  akan  dapat mendatangkan  positif first image,meskipun   seseorang  tidak melakukan  tindakan  apapun, karena telah  dapat mendatangkan  rasa simpatik  lewat KLIK  penglihatan dari orang dan atau kelompok lain.

Mencoba  menyimpulkan  dari seluruh penuturan  teman tersebut diatas  maka kita semua pasti sepakat  bahwa betapa  hebatnya pengaruh  yang akan bisa diperoleh, bila semua  dari apa yang  saya , dia dan  anda  impikan dan harapkan bisa diperjuangkan dengan  TEKAD++  (baca: plus-plus), artinya  dalam memperjuangkan sesuatu meski sudah ada modal   tekad  harus pula  disertai dengan pengamalan  akronim yang disebutkan diatas  " agar kita semua  bisa langsung menjadi  sang PEMENANG  dan bukannya sang PECUNDANG".

 

BRAVO & SALAM SUKSES.

Awal Mei 2012, Medan Satria, Kota Bekasi

JAWA BARAT - INDONESIA