Mengapa orang-orang tertentu mampu mencapai kesuksesan, sementara ada pula yang tidak kunjung sukses? Semua orang ingin mencapai kesuksesan, akan tetapi hanya sedikit yang tahu bagaimana caranya untuk sampai kesana. Salah satu kunci untuk mencapainya adalah kekuatan pribadi ( personality power).
Bekal pertama yang harus anda miliki dalam rangka membangkitkan kekuatan untuk dipergunakan menapaki perjalanan mencapai kesuksesan adalah ketrampilan teknis, agar seseorang mampu melaksanakan pekerjaan pada bidang-bidang tertentu.
Setelah itu anda harus memiliki ketrampilan manajerial, yaitu ketrampilan konseptual untuk memanfaatkan berbagai macam sarana dan fasilitas yang menjadi pendukung bidang pekerjaan anda. Selanjutnya ketrampilan yang tidak boleh anda lupakan adalah ketrampilan interpersonal, yang dapat diperlihatkan secara nyata dalam mengadakan kerjasama, bernegosiasi, lobbying, membangan jaringan kerja dan lain sebagainya.
Ketrampilan yang telah dijabarkan diatas barangkali sudah diketahui dengan baik. Namun ada dua hal yang acapkali dilupakanoleh seseorng , yaitu hadir dengan citra diri yang benar ( right image) dan kekuatan pribadi secara optimal
Menampilkan Kekuatan Pribadi.
Kekuatan pribadi berkaitan dengan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Langkah pertama adalah bagaimana mempengaruhi orang lain langsung pada pandangan pertama. Pertama-tama yang dapat anda lakukan adalah memperlihatkan perhatian yang tulus kepada orang-orang dan lingkungan disekitar anda. Perhatian yang anda berikan dapat menjadi daya dorong bagi timbulnya satu kekuatan untuk selalu bersikap positif dan tampil dengan kesan yang menyenangkan.
Berikutnya adalah bagaimana caranya untuk mengarahkan orang lain agar betul-betul memperhatikan anda, sehingga mereka mempunyai keinginan untuk mengenal dan mengetahui diri anda lebih jauh. Kekuatan ini dapat dibangkitkan dengan cara menghilangkan kesan bahwa anda berada dibawah orang lain. Anda tidak boleh menonjolkan bahwa anda berada dibawah orang lain, walaupun secara struktural barangkali anda memang berada di bawah orang-orang tertentu. Upaya ini dapat ditempuh dengan mempergunakan teknik penyamarataan ( leveler technique).
Teknik ini mengajarkan agar anda meminimalkan " kepatuhan" (tidak suka berinisiatif). Pada dasarnya kepatuhan tidak dapat hilang samasekali, dan kenyataannya anda memang perlu memiliki kepatuhan terhadap beberapa orang pada posisi-posisi tertentu. Namun apabila anda selalu siap dengan berbagai usulan dan inisiatif membuat anda dapat meminimalkan kepatuhan. Di sini anda harus memperlihatkan kemampuan untuk mengajukan pemikiran sendiri, sehingga membuat anda mampu menempatkan diri sejajar dengan orang lain.
Kekuatan ketiga adalah kekuatan pribadi untuk membuat orang lain ingin melakukan untuk kita. Untuk dapat memiliki kekuatan ini pertama-tama anda harus menaruh kepercaaan kepada orang lain, dan memperlihatkan secara nyata, kita yakin bahwa mereka mampu melakukan sesuatu yang anda inginkan.
Untuk mencapai kekuatan ini anda memerlukan teknik melihat dan menjadi. Di dalam teknik ini yang dimaksudkan dengan melihat adalah melihat kekuatan dirisendiri yang hasilnya dapat digunakan untuk menjadikan diri sebagaimana yang anda inginkan. Cara untuk menjadi adalah, katakan pada diri anda sendiri " saya akan membangkitkan kekuatan diri saya sendiri". Perkataan positif yang demikian secara sadar maupun tidak sadar dapat mempengaruhi kondisi internal anda, yang merupakan daya dorong untuk mendapatkan kekuatan pribadi yang lebih berkualitas.
Cara lain adalah memvisualisasikan di dalam pikiran anda menyangkut kepribadian yang ingin anda bentuk. Anda dapat mengidentifikasikan atribut dan kualitas kepribadian yang belum anda miliki. Ingatlah" quit being whater you are, quit seeing what you are, but see and be only what you are going to be". Dengan melihat keseluruhan diri sendiri kita dituntun untuk menjadi orang-orang yang melihat dunia orang lain dengan sudut pandang yang " berbeda", sehingga kita mampu tampil secara istimewa dan dipandang secara khusus pula oleh orang lain.
Hal lain yang perlu diterapkan adalah bertindak berdasarkan prinsip toleransi dan pengabaian. Prinsip ini merupakan pendukung guna meningkatkan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain secara baik. Anda perlu memiliki pola pikir dengan mengusahakan membina hubungan kerjasama mutualisme yang saling menyenangkan, yaitu dengan mengutamakan hal-hal yang dapat menarik minat bersama, tidak melupakan kepentingan sendiri, tidak berbicara dan bertingkah laku secara otoritatif, tidak terlalu banyak berbicara, serta berusaha menjadi pendengar yang baik.
Perlu diingat bahwa hubungan baik tidak dapat tercapai melalui toleransi berlebihan. Sebaliknya apabila anda bertemu dengan orang-orang yang mengganggu ketenteraman anda , maka anda perlu mempergunakan teknik pengabaian, Anda tidak perlu membiarkan kekasaran atai ketidaksopanan orang-orang tersebut menjengkelkan anda. Jangan pula membiarkan mereka menarik anda dalam suatu adu argumentasi yang tidak pada tempatnya. Berusahalah agar tidak melihat atau mendengar hal-hal yang tidak anda sukai yang mereka perlihatkan di depan anda.
Dengan kekuatan yang ada anda dapat selalu memperhatikan dan diperhatikan lingkungan sekitar anda beserta orang-orang yang ada di dalamnya. Dalam artian, anda mampu untuk mendengarkan orang-orang lain dan peduli terhadap keberadaan mereka. Semua itu dapat dicapai lebih jauh dengan menerapkan teknik " tune them in". Kepedulian anda terhadap orang banyak dapat mendatangkan keuntungan, yaitu bahwa anda dan orang lain mempunyai keterikatan rasional dan emosional, yang tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang terjadi didalam lingkungan kerja. Dari sisni anda dapat membuat orang lain mau melakukan sesuatu untuk anda dan selalu mengikuti anda.
Published by: KOMPAS, A.B Susanto, Managing Partner The Jakarta Consulting Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar